Maret 3, 2026

AHY TERIMA LAPORAN MENHUB TERKAIT PESAWAT ATR HILANG KONTAK, OPERASI EVAKUASI TERUS BERLANGSUNG

JABARKU.CO.ID | Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membenarkan telah menerima laporan langsung dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi terkait insiden pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).

AHY menjelaskan, berdasarkan laporan awal, pesawat yang melayani rute Yogyakarta menuju Sulawesi Selatan tersebut sebenarnya sudah berada dalam fase persiapan pendaratan sebelum akhirnya kehilangan komunikasi. Pernyataan itu disampaikan AHY usai menghadiri agenda di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (18/1/2026).

“Saya sudah menerima laporan dari Menteri Perhubungan. Pesawat ATR tersebut sedang dalam proses penerbangan dari Yogyakarta menuju Sulawesi Selatan dan sempat memasuki tahapan persiapan untuk landing,” ujar AHY.

Namun demikian, pesawat tiba-tiba hilang kontak. Dari perkembangan terbaru, pemerintah telah memperoleh titik koordinat yang diduga merupakan lokasi sejumlah serpihan pesawat. Informasi tersebut menjadi dasar dilakukannya operasi lanjutan di lapangan.

AHY menegaskan bahwa proses evakuasi memerlukan penanganan khusus mengingat kondisi medan yang tidak mudah dijangkau. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas serta unsur terkait lainnya saat ini terus bekerja maksimal untuk merespons situasi tersebut.

“Diperlukan operasi khusus untuk proses evakuasi. Basarnas bersama tim di lapangan terus berupaya menangani kondisi yang ada,” kata AHY.

Berdasarkan laporan sementara yang diterimanya, pesawat tersebut diduga mengalami benturan dengan lereng gunung. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

“Apakah faktor cuaca atau adanya gangguan teknis lainnya, semuanya masih dalam tahap investigasi dan membutuhkan waktu,” tambahnya.

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa Emergency Locator Transmitter (ELT) atau alat pemancar sinyal darurat pada pesawat ATR 42-500 tersebut mengalami kerusakan akibat benturan keras. Kondisi tersebut menyebabkan ELT tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Mengacu pada keterangan yang dilansir Jabarku.co.id dari Aircraft Owners and Pilots Association, ELT merupakan perangkat standar keselamatan penerbangan yang berfungsi untuk memancarkan sinyal darurat guna membantu proses pencarian lokasi pesawat. Perangkat ini biasanya terpasang di bagian belakang pesawat dan akan aktif secara otomatis saat terjadi benturan, atau dapat diaktifkan secara manual dari kokpit.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport diketahui hilang kontak saat melintas di wilayah Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, dengan tujuan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Sesuai jadwal, pesawat dijadwalkan mendarat sekitar pukul 12.20 WITA. Namun hingga melewati waktu pendaratan yang ditentukan, pesawat tidak kunjung tiba dan keberadaannya belum dapat dipastikan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *