Jabarku.co.id | Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yon Arhanud) 21 Pasgat bersiap melakukan penambahan kekuatan personel menyusul validasi organisasi Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara.
Komandan Yon Arhanud 21 Pasgat, Letkol Pas Yosef F Abidondifu, mengungkapkan bahwa perubahan status satuan dari detasemen menjadi batalyon membawa dampak langsung terhadap kebutuhan personel yang lebih besar.
“Pascavalidasi organisasi Korpasgat, dampak yang kami dapat saat ini yaitu penambahan, terutama personel. Karena sudah berubah dari detasemen menjadi batalyon,” ujar Yosef saat kegiatan Press Tour Media Dirgantara, Rabu (11/2/2026).
Saat ini, Yon Arhanud 21 Pasgat memiliki sekitar 269 personel. Ke depan, jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga kurang lebih 400 prajurit guna memenuhi standar organisasi batalyon yang baru.
Menurut Yosef, proses penambahan personel akan mengikuti kebijakan Kementerian Pertahanan serta arahan Presiden terkait efisiensi dan percepatan pemenuhan kebutuhan organisasi pertahanan.
Di lingkungan TNI AU, peningkatan jumlah personel dilakukan melalui penambahan gelombang pendidikan bagi Bintara dan Tamtama. Jika sebelumnya rekrutmen dilaksanakan dua gelombang dalam setahun, kini ditingkatkan menjadi tiga gelombang per tahun.
Selain itu, kurikulum pendidikan juga mengalami penyesuaian dengan pemangkasan masa pendidikan dari lima bulan menjadi dua bulan. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan personel, termasuk untuk satuan-satuan baru di jajaran Pasgat.
Sementara terkait penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista), Yosef menyebut pihaknya masih memaksimalkan perlengkapan yang sudah dimiliki.
Yon Arhanud 21 Pasgat saat ini mengoperasikan sistem pertahanan udara Smart Hunter. Di sisi lain, Yon Arhanud 22 di Madiun juga masih mengoptimalkan meriam Oerlikon Skyshield yang dinilai tetap relevan menghadapi ancaman pertahanan udara saat ini.
“Untuk alutsista, sementara kami maksimalkan yang ada karena masih sangat relevan dengan kebutuhan dan ancaman yang dihadapi,” tegas Yosef.

