Jabarku.co.id | PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) melakukan evakuasi terhadap dua korban jiwa yang ditemukan di sekitar area Tambang Emas Pongkor, Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil verifikasi awal di lapangan, peristiwa tersebut diduga kuat berkaitan dengan aktivitas penambangan emas ilegal atau gurandil yang memasuki wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) ANTAM, di luar zona operasional resmi perusahaan.
Evakuasi korban dilaksanakan oleh tim gabungan bersama aparat berwenang dengan menerapkan prosedur keselamatan yang ketat. ANTAM memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, terukur, dan sesuai standar keselamatan kerja, sembari terus melakukan pendalaman teknis guna mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh.
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi perhatian serius jajaran manajemen. Ia menekankan bahwa keselamatan manusia merupakan prioritas utama perusahaan dalam setiap aktivitas pertambangan.
“ANTAM tidak pernah mentoleransi praktik penambangan ilegal. Aktivitas semacam ini sangat berisiko dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” tegas Untung dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Untung menyatakan ANTAM akan memperkuat pengawasan, penegakan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta sistem pengamanan wilayah tambang secara terintegrasi. Menurutnya, praktik tambang ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi ekonomi, tetapi juga menghadirkan ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.
Komitmen tersebut, kata dia, sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus dipegang ANTAM, termasuk upaya perlindungan terhadap lingkungan dan keselamatan warga di sekitar area tambang.
@humaspolda.jabar @humas_jabar @divisihumaspolri @polisi_indonesa @dprri @bhp_bnn @tnipolri @presiden_ri @bnn_ri @poldametrojaya @poldajabar @humaspolda @spripimpoldajabar @jabarku @kemhunham @humaspoldajabar @cybercrim_polda @gardu08indonesia @listyosigitprabowo @poldametrojaya @sekretarisnegara @kemhunham

