Bupati Kukuhkan 378 Kepala Desa Se-Sukabumi, Jabatan Diperpanjang Menjadi Delapan Tahun


SUKABUMI – JABARKU.CO.ID
Sebanyak 378 kepala desa di Kabupaten Sukabumi menerima surat keputusan (SK) baru dari Bupati H. Marwan Hamami di GOR Pemuda Cisaat pada Selasa, 11 Juni 2024.

Pengukuhan ini dilakukan menyusul diberlakukannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa yang memperpanjang masa jabatan kepala desa dari enam menjadi delapan tahun.

Dalam sambutannya, Bupati Marwan menyatakan rasa syukurnya atas perpanjangan masa jabatan ini, yang menurutnya merupakan kabar baik bagi para kepala desa. “Saya bersyukur para kepala desa bisa dikukuhkan atas perpanjangan masa jabatan,” ujarnya.

Bupati Marwan juga mengingatkan pentingnya peran kepala desa dalam pembangunan daerah. Ia meminta mereka untuk memanfaatkan tambahan waktu ini untuk mengembangkan wilayah masing-masing, khususnya dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. “Optimalkan waktu dan potensi yang dimiliki untuk mengembangkan wilayah,” tambahnya.

Menurut Bupati Marwan, dukungan kepala desa sangat penting bagi pembangunan di Kabupaten Sukabumi karena mereka adalah ujung tombak pemerintahan di masyarakat.

“Semoga pengabdian para kepala desa bisa membantu jalannya pemerintahan yang semakin kokoh dan kuat. Terutama dalam membangun kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Gun Gun Gunardi, menjelaskan bahwa perubahan masa jabatan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024.

Kepala desa yang masih menjabat akan menyelesaikan sisa masa jabatan mereka dengan penyesuaian dua tahun tambahan. “Jadi kades yang masih menjabat, menyelesaikan sisa jabatannya sesuai undang-undang,” katanya.

Dari total 381 desa di Kabupaten Sukabumi, hanya 378 kepala desa yang dikukuhkan karena tiga desa masih dijabat oleh penjabat sementara. Pengukuhan ini bertujuan memberikan kepastian hukum terkait masa jabatan kepala desa di Kabupaten Sukabumi.

“Konsekuensi dari undang-undang yang baru ini, kepala desa wajib menyesuaikan rencana pembangunan jangka menengah desa yang awalnya enam menjadi delapan tahun,” pungkas Gun Gunardi.

(Ramdani)

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!