Diduga Merasa Kebal Hukum, Warung Obat Golongan G Tetap Beroperasi Di Kota dan Kabupaten Sukabumi.


JABARKU.CO.ID | SUKABUMI – Maraknya warung penjual obat keras golongan G yang secara bebas serta terang-terangan membuat warga semakin resah, seperti warung yang berada di Jalan Salabintana Selabatu Kec. Cikole, Kab. Sukabumi Jawa Barat, Jl. Benteng Kec. Warudoyong, Kota Sukabumi, Jayakarsa Kec. Baros, Kota Sukabumi Jawa Barat, dan Jl. Pelabuhan I No. 223, Cikondang, Kec. Citamiang, Kota Sukabumi Jawa Barat. Selasa (07/05/2024).

Seolah merasa kebal hukum, warung obat golongan G tersebut setiap harinya bertransaksi dengan pil haram tersebut, yang sudah sangat jelas akan merusakkan mental generasi bangsa, meskipun sudah di jelaskan dalam pasal 196 berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan atau menyediakan obat farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000, namun hal tersebut seolah tak diindahkan.

Ketika disambangi oleh Media Jabarku.co.id, penjual yang ada diwarung tersebut mengakui bahwa Ia menjual obat berjenis Eximer dan Tramadol.

“Benar disini menjual Eximer dan Tramadol, penjaga warung tersebut menjawab dengan nada kasar merasa dia sudah kebal hukum. siapa pemiliknya saya tidak tau karena saya hanya bekerja disini, Korlapnya juga sedang tidak ada dia sedang keluar dan karena memang lagi ada keperluan lain”, ucapnya

Ketika Media Jabarku.co.id sedang berada dilokasi warung memang terlihat beberapa remaja secara bergantian silih berganti membeli pil haram tersebut.

Banyaknya para remaja yang mengkonsumsi obat jenis tramadol dan Eximer, akan menimbulkan efek samping yang berbahaya seperti halusinasi, mabok dengan keadaan tidak sadar dan akan menimbulkan pemikiran serta perbuatan kriminalisasi.obat tramadol dan Eximer adalah jenis obat keras golongan G penggunanya harus dalam pengawasan dan resep dokter,” tuturnya.

“Saya minta kepada aparatur kepolisian agar segera menindak tegas, terkait dengan adanya peredaran obat-obatan keras, yang harus dibatasi peredarannya secara bebas di Kota dan Kabupaten Sukabumi”.

Bagi para pelaku usaha yang tanpa izin menjual belikan kedua jenis obat golongan G tersebut dapat di jerat deng pasal 196 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

Salahsatu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Saya minta tolong ke pihak yang berwenang untuk menertibkan warung-warung yang menjual obat golongan G tersebut, saya takut dengan mudahnya anak-anak mendapatkan pil itu nantinya akan berdampak dalam pertumbuhan mentalnya, meningkatnya kenakalan remaja dan memicu terjadinya tawuran”.

Reporter : irpan_jbr
Redaktu : arie_jbr

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!