Manipulasi Data Penerima Bantuan Sosial BPNT di Desa Sukamenak Wado Membuat Masyarakat Terpukul.


Sumedang | Jabarku.co.id – Skandal manipulasi data penerima bantuan sosial BPNT di Desa Sukamenak Wado, Kabupaten Sumedang, telah mengguncang masyarakat setempat. Penerima manfaat KPM merasa hak mereka dirampas oleh pihak Pemerintah Desa dan Dinas Sosial yang memanipulasi data dan memalsukan identitas masyarakat demi kepentingan pribadi.

Salah satu korban adalah ibu Anah, yang dianggap telah meninggal oleh pihak pengurus desa, padahal kenyataannya ibu Anah masih hidup. Akibatnya, ibu Anah tidak mendapatkan bantuan yang seharusnya dia terima dari Dinas Sosial BPNT. Pertanyaan pun muncul, kemana uang bantuan tersebut mengalir? Apakah uang tersebut dikembalikan ke negara atau justru dimakan oleh oknum TKSK pendamping atau aparat desa?

Kasus ini bukan hanya terbatas pada satu orang, namun dugaan manipulasi data ini melibatkan banyak penerima manfaat di desa-desa sekitar. Bahkan, ada laporan bahwa orang yang masih hidup dianggap telah meninggal, sementara orang yang sudah meninggal masih tercatat sebagai penerima bantuan sosial.

Dalam menghadapi skandal ini, masyarakat menuntut tindakan segera dari pihak berwenang, seperti Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Inspektorat Sumedang, Kejaksaan Negeri Sumedang, dan Kapolres Sumedang. Mereka diharapkan untuk melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil langkah-langkah tegas terhadap pihak yang terlibat dalam manipulasi data ini. Evaluasi terhadap Dinas Sosial juga menjadi penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Media Jabarku.co.id telah menghubungi pihak Desa Sukamenak untuk mendapatkan tanggapan. Olot, yang merupakan kasepuhan Desa Sukamenak, mengakui adanya masalah tersebut dan menyatakan bahwa data sedang dalam proses perbaikan.

Skandal manipulasi data penerima bantuan sosial BPNT ini menunjukkan betapa pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial. Masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat mengambil tindakan yang tegas dan memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Ujar Olot

Tim Red.

 

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!