Puluhan Desa di Kabupaten Sukabumi Menyandang Status Mandiri, 99 Desa Telah Terdaftar


Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang sehat

Jabarku.co.id | Sukabumi – Pasca pelaksanaan upacara peringatan Hari Otonomi Daerah yang diselaraskan dengan perayaan Hari Bumi Sedunia ke-54, yang mengangkat tema Otonomi Daerah yang berkelanjutan menuju ekonomi hijau dan lingkungan yang sehat di alun-alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Gun Gun Gunardi, melakukan penyematan Pin kepada 64 kepala desa yang telah mencapai status kemajuan dan perkembangan tertinggi, yaitu strata Desa Mandiri.

Sebelumnya, sebanyak 64 pemerintahan desa ini telah melalui berbagai tahapan sebelum ditetapkan sebagai desa mandiri. Mulai dari strata terbawah, yaitu Desa Sangat Tertinggal, Tertinggal, Berkembang, Maju, dan kemudian Mandiri. Proses ini melibatkan pengisian sejumlah kuesioner melalui aplikasi yang disediakan oleh Kementerian Desa Republik Indonesia.

Gun Gun Gunardi menjelaskan bahwa penilaian ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pendamping desa, Camat, hingga Gubernur. Keputusan akhir ditetapkan oleh Menteri Desa. Pada tahun 2023, sebanyak 64 pemerintahan desa di Kabupaten Sukabumi telah mencapai status Mandiri, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 35. Saat ini, sudah ada total 99 pemerintahan desa yang menyandang status Mandiri di Kabupaten Sukabumi.

Di sisi lain, Gun Gunardi juga mengungkapkan bahwa pemerintahan desa yang telah mencapai status Mandiri akan mendapatkan dana desa langsung dari lintas kementerian, karena dianggap sebagai bagian dari akumulasi anggaran yang dapat dihitung secara nasional. Proses alokasi anggaran ini akan dilakukan secara sistematis, termasuk bagi desa-desa yang masuk dalam 10 besar.

Gun Gunardi juga menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi pemerintahan desa di Kabupaten Sukabumi yang masih berada pada status Sangat Tertinggal atau Tertinggal. Semua desa saat ini berada di tingkat Berkembang, dan diharapkan akan naik ke tingkat Maju. Penilaian ini akan melibatkan tiga dimensi: ekonomi, sosial, dan lingkungan, dan akan menjadi bahan evaluasi secara nasional. (irma_jbr)

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!