SMAN 2 Kota Bogor Pungut Sumbangan, Tanpa Ada Rapat Orangtua.


Pendidikan di Kota Bogor kembali lagi dihebohkan
Pendidikan di Kota Bogor kembali lagi dihebohkan.

BOGOR | Jabarku.co.id
Pendidikan di Kota Bogor kembali lagi dihebohkan dengan keluhan dari beberapa Orangtua Siswa yang merasa keberatan atas adanya pungutan berbalut sumbangan yang dilakukan oleh SMAN 2 Kota Bogor, bagaimana tidak, meskipun sejak dua tahun terakhir pemerintah telah memggembar-gemborkan pendidikan jenjang SMA gratis, fakta di lapangan Orangtua Siswa masih diberatkan dengan biaya sebesar Rp.230.000,00/bulan yang wajib dibayarkan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya, Kamis (21/09/23).

Bahkan sangat jelas dalam pesan melalui group whatshaap, tertulis pengumuman sumbangan dengan nominal dan batas waktu yang ditentukan, akan tetapi belum diadakan rapat dengan pihak Orangtua Siswa, uang tersebut untuk pembayaran uang komite sebesar Rp.150.000,00, uang GOTA Rp. 50.000,00 dan uang kas Rp.30.000,00.

“GOTA itu Gerakan Orangtua Asuh, jadi wajib…!!! Penerimanya ada di setiap kelas, nanti untuk lebih jelasnya akan ada rapat seluruh Orangtua dengan kepala sekolah, bagi yang ingin menjadi donator GOTA silahkan membayar lebih dari minimal di atas”.

Miris memang, uang sumbangan sudah ditentukan akan tetapi rapat dengan Orangtua baru akan dilaksanakan.

“Saya sebagai Orangtua Siswa bukan tidak mau ikut dalam GOTA tapi jujur buat sekolahin anak sendri saja memaksakan, selain iuran per bulan tersebut, ditambah lagi beban uang Big Camp dengan biaya Rp.240.000,00, bagi saya itu sangat berat”, ujar salahsatu Orangtua yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, saat radarinformasi.com mencoba mengklarifikasi ke pihak sekolah, security sekolah berusaha menghalangi Awak Media untuk masuk dengan alasan kepala sekolah tidak ada di tempat, setelah terjadi adu argumen dan sempat 3x datang ke sekolah di hari yang berbeda akhirnya Awak Media dipersilahkan masuk dan menemui R. Bambang Aryan Soekisno selaku Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Bogor.

“Saya dari dua hari kemarin memang sedang dinas luar, emang harus ya saya laporan secara detail ke pihak media, kalau masalah security ya di maklum aja kalau dia pintar juga tidak akan jadi security”, ujar kepala sekolah.

Masih menurutnya, “Kalau masalah sumbangan-sumbangan, itu bukan kebijakan saya akan tetapi kebijakan kepala sekolah yang lama, jadi saya belum tahu karena saya belum lama di sini”.

Kepala sekolah yang sekaligus Ketua MKKS tersebut juga mengatakan, “Terkait kegiatan Big Camp yang sudah dilaksanakan saya memang sudah menjabat disini tapi saya tidak tau berapa biayanya, lagian dana BOS kan tidak cukup, dana BOS hanya bisa buat konsumsi, biaya sewa tenpat dan yang lain tidak bisa di cover oleh dana BOS, lagian masalahnya apa sih, KCD juga hadir kok saat acara Big Camp”.

“Terkait sumbangan sebesar Rp.230.000,00/bulan nanti akan saya evaluasi kembali dan kalau memang memberatkan akan saya hapuskan”, tutupnya.

Team Red.

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!