JABARKU.CO.ID – Informasi yang beredar luas di media sosial terkait dugaan ledakan di area tambang PT Aneka Tambang (ANTAM) serta klaim ratusan pekerja terjebak di dalam terowongan dipastikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Berdasarkan keterangan resmi, peristiwa yang terjadi pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB, merupakan gangguan teknis berupa munculnya asap di area tambang bawah tanah L.600 Ciurug. Asap tersebut diduga berasal dari kayu penyangga yang terbakar, sehingga menyebabkan peningkatan kadar gas karbon monoksida (CO) melebihi ambang batas aman.
Peningkatan konsentrasi CO tersebut terdeteksi oleh sistem pemantauan keselamatan tambang. Mengantisipasi potensi risiko terhadap kesehatan pekerja, manajemen segera menerapkan prosedur tanggap darurat, termasuk penghentian sementara aktivitas, pengaturan ulang sistem ventilasi, serta isolasi area terdampak.
ANTAM menegaskan tidak terjadi ledakan maupun kebocoran gas berbahaya. Seluruh karyawan dinyatakan dalam kondisi selamat dan tidak ada satu pun yang terjebak di dalam tambang. Adapun isu yang menyebutkan sekitar 700 orang terperangkap diduga muncul akibat kesalahpahaman terhadap istilah Portal L.700 Ciurug, yang merupakan nama jalur tambang lama dan sudah tidak lagi digunakan dalam kegiatan operasional.
Pihak perusahaan memastikan bahwa seluruh penanganan dilakukan sesuai standar keselamatan kerja yang berlaku. ANTAM juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi untuk memperoleh keterangan yang akurat.

