Baznas dan AIPBR Gelar Audiensi di Ruang Rapat Utama


Jabarku.co.id | Bogor – Aliansi Insan Pers Bogor Raya (AIPBR) mengadakan audiensi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bogor. Pertemuan ini diadakan untuk membahas masalah komunikasi yang sering terputus antara AIPBR dan pimpinan BAZNAS, yang mencakup pesan WhatsApp dan panggilan telepon yang sering tidak direspons. Rabu (29/05/2024).

Ketua AIPBR, Aliv Simanjuntak, menyatakan bahwa tujuan utama audiensi ini adalah untuk memperbaiki jalur komunikasi yang kurang lancar dengan pimpinan BAZNAS. “Komunikasi yang baik sangat penting untuk menjalankan organisasi yang transparan dan akuntabel, terutama dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah,” ujar Aliv.

Dalam audiensi tersebut, BAZNAS Kabupaten Bogor diajukan oleh sejumlah komisioner, termasuk Drs. H.Ubaidillah MZ. (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan), H. Irfan Maulana Haqiqi, S.Th.I., M.Pd. (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), Drs. H. Abdurahman Munir, MM. (Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan), dan Drs. H. Asep Saepudin, MM. (Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi, dan Umum). Sayangnya, Ketua BAZNAS, Drs. KH. Lesmana, M.Pd., kembali tidak hadir dalam audiensi ini.

Pertemuan tersebut berlangsung dengan hangat, di mana AIPBR menyampaikan berbagai pertanyaan mendesak mengenai transparansi dan akuntabilitas BAZNAS Kabupaten Bogor. “Kami ingin memastikan transparansi dalam laporan keuangan setidaknya dua tahun terakhir, serta bagaimana prosedur audit internal dan eksternal dilakukan,” tegas Aliv.

Aliv juga menyoroti pentingnya verifikasi penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah untuk memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar memenuhi kriteria mustahik. “Kami juga ingin mengetahui apakah ada kesalahan atau kelalaian dalam penyaluran dana selama dua tahun terakhir dan bagaimana kesalahan tersebut ditangani,” tambahnya.

Selain itu, AIPBR mengajukan pertanyaan tentang prosedur operasional standar (SOP) dalam pengelolaan zakat dan bagaimana BAZNAS Kabupaten Bogor mengukur kepuasan penerima manfaat (mustahik). “Kami ingin tahu apakah ada pengawasan atau mekanisme umpan balik yang digunakan, serta bagaimana penanganan keluhan dari mustahik yang merasa tidak puas dengan pelayanan atau bantuan yang diberikan,” jelas Aliv.

Aliv juga menekankan pentingnya pengawasan dan pelatihan. “Siapa yang bertanggung jawab untuk mengawasi operasional BAZNAS di tingkat Kabupaten Bogor? Apakah ada dewan pengawas independen yang memonitor kegiatan dan kinerja BAZNAS? Jika ada, bagaimana hasil pengawasannya?” tanya Aliv.

Di bidang kerja program dan efektivitas, AIPBR menganalisis indikator keberhasilan program-program yang dijalankan oleh BAZNAS dan bagaimana dampak dari program tersebut diukur. “Kami juga ingin mengetahui apakah ada inovasi atau pengembangan baru yang diterapkan oleh BAZNAS Kabupaten Bogor untuk meningkatkan pengelolaan zakat,” kata Aliv.

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut, komisioner BAZNAS memberikan jawaban dan penjelasan yang cukup memadai, meskipun ketidakhadiran Ketua BAZNAS tetap memberatkan. “Pertemuan ini berjalan dengan baik dan hangat, meskipun Ketua BAZNAS kembali tidak hadir. Kami berharap kritik dan saran ini dapat diterima dengan baik dan menjadi bahan perbaikan demi kemajuan bersama,” ujar Aliv.

Audiensi ini diharapkan dapat mendorong BAZNAS Kabupaten Bogor untuk lebih terbuka dan responsif terhadap masyarakat, sehingga dapat menjalankannya dengan lebih efektif dan mendapatkan kepercayaan yang lebih tinggi dari masyarakat. Dr. H. Ubaidillah MZ., Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Bogor, yang hadir dalam audiensi tersebut, menyatakan bahwa kritik dari AIPBR menjadi masukan yang sangat berharga. Ia mengakui bahwa komunikasi yang tidak efektif antara pimpinan BAZNAS dan masyarakat memang perlu diperbaiki. “Kami berterima kasih atas masukan yang diberikan dan akan berusaha memperbaiki komunikasi ini,” tutupnya.

Reporter : Alif.jbr

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!