Keluarga Ahli Waris Tuntut Kejelasan Terkait Penggunaan Tanah di SDN Cisameng


JABARKU.CO.ID | SUMEDANG
Dugaan penyalahgunaan kewenangan dan jabatan muncul di SDN Cisameng, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang. Keluarga besar ahli waris Sartipah Jemu merasa keberatan dengan pembangunan sarana belajar di sekolah tersebut yang hingga kini belum jelas kompensasinya.

Pembangunan sarana belajar di SDN Cisameng diduga dipaksakan, mengacu pada surat pernyataan sepihak antara Kepala Desa dan Kepala Sekolah. Tanah seluas 157 bata dengan nomor persil 274.a yang dimiliki oleh Sartipah Jemu digunakan untuk pembangunan sekolah tersebut tanpa kompensasi yang jelas bagi ahli warisnya.

Keluarga ahli waris awalnya hanya menanyakan sisa tanah seluas 57 bata yang sudah terjadi tukar guling kepada pejabat pemerintah terkait, namun tidak ada realisasinya. Akhirnya, mereka mengambil langkah hukum dengan bantuan Tim Pendampingan LBH SIRI (Suara Independent Rakyat Indonesia) DPC Sumedang.

Tim advokasi LBH SIRI bersama tim media Jabarku.co.id datang ke Desa Cipeundeuy untuk koordinasi dan konfirmasi. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Cipeundeuy menjelaskan bahwa benar telah terjadi tukar guling tanah pada tahun 1996. Sesuai data surat pernyataan yang dibuat secara sepihak antara Kepala Sekolah dan Kepala Desa saat itu, ahli waris tidak dicantumkan dalam surat tersebut, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan dari pihak ahli waris.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan terkait kompensasi bagi keluarga ahli waris Sartipah Jemu. Keluarga besar ahli waris dan tim pendampingan LBH SIRI terus berupaya mencari keadilan dan kepastian hukum terkait masalah ini.

Kabiro Sumedang : Hendriawan 

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!