Peredaran Obat Golongan G di Kabupaten Sukabumi Tetap Aktif Meski Tertutup, Penegakan Hukum Belum Optimal


JABARKU.CO.ID | SUKABUMI
Peredaran obat golongan G di wilayah Nagrak dan Selakopi, Kabupaten Sukabumi, masih menjadi perhatian serius bagi masyarakat meskipun telah dilakukan upaya penertiban. Praktik ilegal ini terus berlanjut dengan cara yang semakin rahasia, menunjukkan keberanian pelaku yang tampaknya merasa kebal terhadap hukum.

Sebuah kontrakan di Selakopi diketahui menjadi titik peredaran obat-obatan terlarang ini, walaupun warungnya sudah lama ditutup. Mereka menggunakan tas sebagai sarana berjualan, menunjukkan tingkat organisasi dan ketelitian dalam menyembunyikan praktik ilegal ini. Para remaja menjadi target utama pembeli, menjadikan mereka rentan terhadap bahaya obat-obatan ilegal.

Seorang remaja yang dimintai keterangan oleh jabarku.co.id mengungkapkan bahwa pembelian obat-obatan ini dapat dilakukan melalui pintu tertutup, menunjukkan bahwa peredaran ini masih berlangsung aktif meskipun toko fisiknya sudah tidak beroperasi.

Minimnya respons dari aparat penegak hukum dalam menanggapi masalah ini menjadi sorotan masyarakat. Meskipun undang-undang sudah tegas mengenai penyalahgunaan obat-obatan, implementasinya masih belum optimal.

Pasal 196 UU Kesehatan mengatur bahwa siapapun yang terlibat dalam memproduksi atau mengedarkan obat-obatan ilegal dapat dijatuhi hukuman pidana hingga 10 tahun penjara dan denda hingga Rp 1.000.000.000. Namun, upaya penegakan hukum tampaknya masih perlu ditingkatkan.

Masyarakat mengharapkan agar aparat penegak hukum dapat lebih intensif dalam memerangi peredaran obat golongan G di Kabupaten Sukabumi, demi melindungi generasi muda dari ancaman yang lebih besar.

(Dadan TI)

 

Silakan kunjungi link jabarku.co.id untuk mendapatkan berita terkini dan berita pilihan lainnya langsung di ponsel Anda.

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!