Polisi berhasil Ungkap Praktek Penggelapan Senyawa Kimia di (PT AIO) Perusahaan Minuman Terkenal Di Cicurug Sukabumi


Pelaku penggelapan senyawan kimia NaOH ditangkap Polsek Cicurug Sukabumi.

Sukabumi, Jabarku.co.id – Unit Reskrim Polsek Cicurug Polres Sukabumi, menyelesaikan mengungkap kasus Tindak Pidana Penggelapan bahan senyawa kimia di PT Amerta Indah Otsuka (PT AIO) perusahaan minuman terkenal di Sukabumi, yang beralamat di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Kapolres Sukabumi Akbp Maruly Pardede melalui Kapolsek Cicurug Kompol Mangapul Simangunsong mengatakan, dalam kasus penggelapan bahan senyawa kimia itu, telah ada perlindungan dua pelaku yang merupakan buruh pada perusahaan berinisial D dan Y.

Pelaku penggelapan senyawa kimia NaOH, 

“Kasus ini bermula adanya laporan dari petugas Departemen Produksi tentang penggunaan senyawa kimia NAOH Flake, yang tidak sesuai dengan data pada bagian akuntansi,” Ungkap Kompol Mangapul kepada Humas Polres Sukabumi, Senin (09/09/23).

Atas laporan dari perusahaan, lanjut Mangapul, polisi dibantu tim internal perusahaan melakukan penyelidikan dan hasilnya ada bukti pengeluaran barang secara berulang-ulang terjadi di bulan Agustus 2023 sebanyak 10.000 kg atau 10 ton barang kimia senyawa NaOH plake.

Dalam kasus ini Polisi telah menyita beberapa barang bukti diantaranya Dokumen Laporan, laporan dari bagian Akunting, Rekaman CCTV, Rekening koran Bank atas nama salah satu pelaku D, SK penunjukan D sebagai Leader Store, satu unit kendaraan Truck Diesel dan laptop.

Akibat perbuatannya tersangka D dikenakan pasal 372 KUP dan atau pasal 374 KUHP Jo pasal 64 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dan atau tindakan pidana penggelapan dalam Jabatan atau Pekerjaan nya yang dilakukan secara terus-menerus atau berulang-ulang dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sedangkan untuk pelaku Y dikenakan pasal 481 KUHP dan atau pasal 480 KUHP tentang pertolongan jahat dengan ancaman 7 tahun penjara.

“Saat ini kedua pelaku sedang dalam pemeriksaan penyidikan dan kami akan terus mengembangkan kasus ini,” Tutup Mangapul.

Wartawan : Reni

 

 

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!