Polisi Segera Usut Kasus Penipuan Petani yang Diminta Uang Rp 598 Juta untuk Anaknya Jadi Polwan, Temui Korban di Subang


JABARKU.CO.ID – Polisi telah meluncurkan penyelidikan terhadap kasus penipuan yang menimpa seorang petani di Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, bernama Carlim Sumarlin (56). Carlim mengungkapkan bahwa dia diminta untuk memberikan uang sebesar Rp 598 juta sebagai ‘uang pelicin’ agar putrinya bisa diterima menjadi anggota polisi wanita (polwan).

AKBP Rovan Richard Mahenu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak ke Subang untuk bertemu langsung dengan Carlim. Tujuan pertemuan ini adalah untuk mendapatkan keterangan langsung dari Carlim sebagai pelapor. Tanpa data-data yang dibutuhkan dari pelapor, penyidik akan mengalami kesulitan dalam memproses kasus tersebut.

Rovan menekankan pentingnya kerjasama dari pihak pelapor atau saksi dalam memberikan informasi yang diperlukan untuk mengungkap kebenaran suatu tindak pidana. Tanpa kerjasama tersebut, penyidik akan kesulitan dalam mengungkap kasus ini lebih lanjut.

Ketika ditanya tentang prosedur dalam penanganan kasus penipuan, Rovan menjelaskan bahwa prosedur ini berbeda dengan kasus-kasus lain seperti pembunuhan atau penganiayaan. Kasus penipuan memerlukan pemeriksaan data yang lebih mendalam sebelum dapat diproses lebih lanjut.

Dua dari tiga oknum anggota polisi yang terlibat dalam kasus ini, Asep Sudirman dan Yulia Fitri Nasution, belum ditetapkan sebagai tersangka meskipun mereka telah dipecat atau disanksi. Kasus penipuan ini telah dilaporkan sejak tahun 2017 oleh Carlim Sumarlin.

Kasus ini masih dalam penanganan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat. Meskipun demikian, pihak kepolisian berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini demi keadilan bagi Carlim dan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!