POLISI TANGKAP PENADAH 80 MOTOR ILEGAL YANG DI JUAL KE VIETNAM


JABARKU.CO.ID – Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap jaringan penadah sepeda motor ilegal yang beroperasi di wilayah Jawa Tengah dan merencanakan pengiriman ke luar negeri. Dalam operasi ini, dua penadah berhasil diamankan, serta 80 unit sepeda motor ilegal yang siap dikirim ke Vietnam berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa dua pelaku yang tertangkap adalah S (38) dan A (39), keduanya merupakan warga Kabupaten Demak. Mereka diduga terlibat dalam bisnis penadahan sepeda motor hasil tindak pidana fidusia yang kemudian diolah untuk diekspor ke luar negeri.

“Para pelaku ini membeli sepeda motor yang kreditnya belum lunas dengan harga yang sangat murah,” ujar Irjen Ahmad Luthfi, seperti dilaporkan oleh ANTARA pada Selasa, 21 Mei. Setelah berhasil mendapatkan motor-motor tersebut, pelaku melakukan berbagai modifikasi agar sepeda motor tersebut terlihat seperti kendaraan baru.

Proses modifikasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengaburkan jejak asal-usul sepeda motor tersebut sehingga sulit untuk dilacak sebagai barang hasil kejahatan. Setelah dimodifikasi, kendaraan-kendaraan tersebut kemudian dikirim ke Surabaya sebagai titik transit sebelum akhirnya dikirim ke Vietnam.

Dalam operasinya, para tersangka menggunakan media sosial sebagai sarana untuk mencari target sepeda motor. Mereka memanfaatkan platform-platform jual beli online untuk menemukan sepeda motor yang dijual dengan harga miring. Dari setiap unit sepeda motor yang berhasil mereka jual, para pelaku mendapatkan keuntungan sekitar Rp1,5 juta.

Kapolda Jawa Tengah menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh para pelaku ini sangat merugikan berbagai pihak, termasuk para pemilik kendaraan dan perusahaan pembiayaan yang menjadi korban kejahatan fidusia. Oleh karena itu, penindakan tegas dilakukan untuk memutus mata rantai kejahatan ini.

Atas perbuatannya, S dan A kini harus menghadapi proses hukum. Mereka dijerat dengan Pasal 480 atau 481 KUHP yang mengatur tentang penadahan barang hasil kejahatan. Hukuman berat menanti keduanya sebagai konsekuensi dari tindakan kriminal yang telah mereka lakukan.

Polda Jawa Tengah berkomitmen untuk terus memberantas jaringan penadah dan penjual sepeda motor ilegal di wilayahnya guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Kasus ini menjadi peringatan bagi pihak lain yang mencoba melakukan tindakan serupa bahwa hukum akan ditegakkan dengan tegas dan tanpa pandang bulu. (media_jbr).

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!