Ratusan Jurnalis Sukabumi Gelar Aksi Tolak RUU Penyiaran di Depan Gedung DPRD


JABARKU.CO.ID | Sukabumi – Ratusan jurnalis Sukabumi yang tergabung dalam 12 organisasi profesi wartawan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi pada [tanggal] untuk menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran. Aksi ini dipicu oleh sejumlah pasal dalam draf revisi RUU Penyiaran yang dianggap mengancam kebebasan pers.

Para jurnalis membawa berbagai brosur dengan tulisan seperti “Wartawan Sukabumi Melawan”, “Tolak RUU Penyiaran”, dan “RUU Penyiaran Kok Jadi Program Legislasi Nasional Prioritas… Ada Apa Ini?”.

Dalam tuntutannya, mereka mendesak DPR untuk mengkaji ulang draf revisi RUU Penyiaran dengan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk organisasi pers dan publik, secara terbuka.

“Kami menilai sejatinya tugas jurnalistik berada di bawah kewenangan Dewan Pers. Namun, dalam draf RUU Penyiaran terdapat klausul yang berpotensi memunculkan tumpang tindih kewenangan antara Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI),” ujar Ketua Koordinator Aksi, [Nama Ketua Koordinator].

Tiga pasal yang menjadi sorotan utama para jurnalis adalah Pasal 50 B ayat 2 huruf C, Pasal 50 B ayat 2 huruf K, dan Pasal 38A huruf Q serta Pasal 42 ayat 2. Pasal-pasal ini dinilai berpotensi membatasi karya jurnalistik investigasi, menimbulkan multitafsir dalam isu pencemaran nama baik, dan memberikan kewenangan kepada KPI yang seharusnya berada di bawah Dewan Pers.

Dalam aksi tersebut, para jurnalis juga mendesak pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi untuk mengirim surat kepada Komisi I DPR-RI terkait penolakan RUU Penyiaran. Setelah aksi, surat tuntutan ditandatangani oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman.

“Karya jurnalistik investigasi adalah karya tertinggi seorang wartawan. Pelarangan penayangan konten ini jelas mengancam kebebasan pers,” tambah Ketua Koordinator Aksi.

Aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap upaya yang dianggap sebagai ancaman terhadap kebebasan pers dan kreativitas individu di berbagai platform. Para jurnalis berkomitmen untuk terus mengawal proses revisi RUU Penyiaran agar tidak menjadi alat untuk membungkam pers.

Reporter : Dadan

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!