Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota Berhasil Meringkus Pengedar Narkoba dengan Metode Unik.


JABARKU.CO.ID | CIREBON – Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota telah berhasil mengungkap serangkaian kasus perlindungan narkotika selama satu bulan terakhir, dengan berhasil menangkap 13 tersangka. Para tersangka menggunakan berbagai macam modus operandi, namun salah satu metode yang menonjol adalah cara yang cukup inovatif dalam mengelabui petugas. Para tersangka yang berhasil ditangkap adalah BT (27), TS (38), HH (34), BM (33), DK (52), IA (30), MF (23), AF (26), SM (21) , AM (26), AP (25), ES (31), dan MS (25).

Menurut Kapolres Cirebon Kota, AKBP Muhammad Rano Hadiyanto, S.Ik.,MM, rata-rata para tersangka telah beroperasi sebagai pengedar narkotika selama satu bulan hingga satu tahun. Penangkapan dilakukan di beberapa titik di Kota dan Kabupaten Cirebon.

“Para tersangka berhasil kami tangkap saat sedang melakukan transaksi narkotika di beberapa lokasi, termasuk di Kecamatan Harjamukti, Lemahwungkuk, Kesambi, Kejaksan, Gunung Jati, Mundu, Kedawung, dan Suranenggala,” ungkap Kapolres dalam konferensi pers pada Jumat (10/5/24).

Salah satu modus yang menarik perhatian adalah cara yang digunakan oleh tersangka IA (30). Dia memasukkan narkotika jenis sabu ke dalam klip plastik, kemudian mencampurnya dengan adukan semen sehingga membentuk seperti batu yang dicat dengan pilok berwarna hijau atau biru. Hal ini dilakukan untuk mengecoh petugas, di mana kemudian barang tersebut ditempatkan di suatu tempat dan diambil oleh pembeli sesuai petunjuk peta.

Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi 321,16 gram narkotika jenis sabu, terdiri dari 98 paket kecil siap edar, 20 paket berbentuk cor-an semen, 108 butir pil ekstasi (85 coklat dan 23 kuning), serta 4.510 butir obat keras terbatas. Selain itu, polisi juga menyita 12 unit handphone, 5 unit timbangan digital, alat hisap sabu, dan sejumlah uang hasil penjualan.

Para tersangka diancam dengan pasal 112 Ayat 2 dan 114 Ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman penjara seumur hidup atau minimal 5 tahun hingga maksimal 20 tahun, serta denda hingga 10 miliar rupiah. Sementara untuk menutupi obat sediaan farmasi tanpa izin edar, tersangka terancam pasal 435 Jo Pasal 436 Ayat 2 UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan hukuman penjara minimal 5 tahun hingga maksimal 12 tahun dan denda maksimal 500 juta rupiah.

“Jumlah barang bukti yang kami amankan setara dengan upaya penyelamatan sekitar 100.000 orang dari doktrin narkoba,” tutup AKBP Rano Hadiyanto dalam konferensi pers tersebut.

Wartawan : (alisodikin.jbr)

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!