12 Bocah Bersenjata Tajam Ditangkap Polisi, 6 di Antaranya Serang Warung Kopi


Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak meringkus 12 orang anak bawah umur yang hendak tawuran dengan senjata tajam serta perang sarung, Minggu 17 Maret 2024. (Foto Doc. Media Jabarku

Jabarku.co.id Pontianak – Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak meringkus 12 orang anak bawah umur yang hendak tawuran dengan senjata tajam serta perang sarung, Minggu (17/3/2024) dini hari.

Enam anak di antaranya merupakan pelaku yang terlibat dalam penyerangan dengan senjata tajam di warung kopi kawasan Tanjung Hulu, Pontianak Timur pada Jumat (15/3/2024) malam.

Belasan bocah ini ditangkap di wilayah hukum Polsek Pontianak Kota dan Polsek Pontianak Selatan. Polisi mengamankan senjata tajam berupa celurit, parang, dan pisau serta sarung yang digulung berisi batu.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Adhe Hariadi mengatakan, para pelaku langsung dibawa ke Mapolresta Pontianak guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dia menerangkan, pelaku penyerangan warung kopi di Tanjung Hulu juga merupakan pelaku penyerangan di Jalan Nirbaya, Pontianak Selatan beberapa hari sebelumnya. Mereka saat itu juga membawa senjata tajam.

“Ternyata dari hasil penyelidikan kita, kita dapati bahwa pelakunya sama di dua TKP ini. Pelaku tawuran di Nirbaya dan penyerangan di warung kopi Tanjung Hulu. Mereka membawa senjata tajam,” kata Adhe.

Adhe menunjukkan senjata tajam yang dibawa oleh pelaku itu berupa celurit panjang. Senjata tajam ini digunakan untuk mengancam korban dengan cara diacungkan kemudian mengayunkannya.

“Pelakunya sudah kita tangkap, termasuk teman-temannya yang masuk menyerang ke warung kopi itu,” katanya.

Adhe menegaskan, para pelaku berstatus anak bawah umur ini tetap akan dijerat dengan hukuman pidana atas kepemilikan senjata tajam. Mereka dijerat Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Dengan ancaman hukuman 10 tahun, dan dapat dilakukan penahanan,” ujarnya.

Sementara itu, terhadap anak-anak yang terlibat tawuran dan perang sarung serta tak menggunakan senjata tajam akan dilakukan pembinaan. Mereka tidak bisa ditahan lantaran status anak di bawah umur.

“Pembinaan saja. Kita akan tandai mereka dengan sedikit merapikan rambutnya dan koordinasi dengan KPPAD serta kembalikan ke orang tua mereka,” kata Adhe.

Adhe memastikan, kondisi Kota Pontianak aman. Jajarannya terus meningkatkan pengawasan serta penindakan terhadap aksi-aksi yang sempat meresahkan masyarakat ini.

“Alhamdulillah kegiatan masyarakat yang meresahkan ini berkurang. Kenakalan remaja bersenjata tajam, tawuran yang mengganggu ketertiban umum sudah berkurang,” tegasnya.

Adhe mengatakan, gelar razia terhadap gangguan ketertiban umum ini akan terus dilakukan guna memberikan ketentraman. Terlebih saat ini masyarakat tengah menjalankan ibadah Ramadan.

“Instruksi kami tegas, jika menimbulkan keresahan, penganiayaan dan bisa kita buktikan akan kita tindak pidana, termasuk jika terlibat curanmor,” tegas Adhe.

Sementara itu, salah seorang orang tua pelaku anak pembawa senjata tajam, Zulkarnain meminta maaf kepada masyarakat Pontianak atas ulah anaknya.

“Saya minta maaf kepada warga semua. Atas perbuatan anak saya,” katanya.

Dia juga mengingatkan kepada para orang tua untuk menjaga anak-anaknya agar tak berulah hingga meresahkan dan terlibat tindakan kriminal. “Saya mendukung langkah polisi untuk melakukan penertiban dan penindakan terhadap kenakalan remaja ini,” ujarnya.

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!