Diduga MCK Siluman di Desa Cipanengah Sukabumi.


Diduga MCK Siluman di Desa Cipanengah Sukabumi.

Sukabumi | Jabarku.co.id
Terkait pembangunan MCK Siluman / fiktif yang berlokasi di Kampung Babakan, RT. 05/ RW. 03, Desa Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, yang dialokasikan dari Dana Desa Tahun Anggaran 2021. Diduga Endingnya Mata Utama dengan pihak terkait. Sebab penanganan terkait temuan tersebut dinilai tidak serius, bahkan pemeriksaan terkesan hanya formalitas.

“Kalau mendengar penjelasannya seperti itu, malah saya curiga ada praktik korupsi berjamaah. Buktinya adem – adem saja terkesan diabaikan, malah ada yang saling melempar tanggung jawab,” Ketus salah satu aktivis sukabumi saat ditemui di rumahnya. Jum’at (29/09).

Sementara saat dihubungi beberapa waktu lalu, Staf Kecamatan Bojonggenteng, Efi, menyampaikan, MCK tersebut memang pada saat kepemimpinan Kades Ma’mun. Namun informasinya saat ini pembangunannya ditanggung jawab oleh kades yang baru.

“Bahkan kami sudah 4 kali Monev ke lokasi namun belum juga dibangun. Tapi katanya sudah ada komitmen dengan pihak pesantren di wilayah tersebut yang mau dibangun akhir Agustus 2023,” kata Efi.

Selanjutnya, yang menjabat Kabid DD DPMD pada tahun 2021, Dudung saat dihubungi melalui Whatsapp menyampaikan bahwa, masalah tersebut sudah ditangani inspektorat, yang saat ini didampingi pak sarip dari DPMD.

“Memang masalah tersebut pada tahun 2021, namun sesuai regulasi itu akan terkoreksi pada tahun berikutnya dan pada tahun 2022 saya sudah berganti kewenangan sudah tidak menangani tentang keuangan desa,” Jawab Dudung.

Di waktu berbeda, Sekdis DPMD, Yamin, saat dihubungi menjelaskan bahwa, terkait temuan tersebut sudah dilakukan penelusuran di bidang teknis dan dilaporkan ke Kepala Dinas.

“Pak Kadis bermaksud untuk dikoordinasikan terlebih dahulu dengan inspektorat,” tuturnya.

Kemudian, Kabid DPMD, Sarip yang mendampingi pemeriksaan ke lokasi mengungkapkan, gagal mengunjungi desa Cipanengah terkait temuan MCK Piktif tersebut.

“Intinya Mantan Kades harus dikembalikan, dan nanti akan dikirimkan surat tindak lanjutnya ke yang bersangkutan.” Singkatnya.

Tim Merah

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!