Reklame Raksasa Tanpa Izin, Satpol PP Cigombong Tertibkan di Jalur Bocimi


JABARKU.CO.ID – Unit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, membongkar papan reklame iklan Kratingdaeng berukuran 2×3 meter di jalur Bocimi (Bogor Ciawi Sukabumi) pada Jumat (17/5/2024).

Reklame besar tersebut diketahui belum memiliki izin resmi sehingga harus diturunkan oleh petugas Satpol PP Kecamatan Cigombong.

Selain reklame tersebut, Satpol PP juga menertibkan puluhan spanduk yang terpasang di sepanjang jalur arteri di wilayah Kecamatan Cigombong.

Camat Cigombong, RE Irwan Somantri, menjelaskan bahwa seluruh petugas Satpol PP melakukan monitoring dan patroli untuk menertibkan spanduk, reklame, serta baliho yang tidak berizin.

“Pemasangannya tanpa izin, jadi kami tertibkan terutama di daerah perbatasan, banyak reklame, banner, dan umbul-umbul yang masuk ke wilayah Kecamatan Cigombong,” jelasnya.

Satpol PP melaksanakan tugas sesuai dengan penegakan Peraturan Daerah (Perda), Trantibum, dan K3. Penertiban ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama para pelaku usaha.

“Penegakan Perda ini terkait dengan peraturan pemasangan umbul-umbul, spanduk, maupun reklame yang harus memiliki izin dari pemerintah daerah, terutama kecamatan,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan melalui seksi trantib akan menghubungi pihak vendor, dan jika tidak ada tanggapan, seluruh poster iklan baik rokok maupun minuman akan dimusnahkan.

“Jika pemiliknya tidak mengambil kembali, kami akan memusnahkan iklan tersebut. Namun, kami akan mencoba menghubungi pemilik atau vendor yang memasang iklan tersebut terlebih dahulu,” paparnya.

Pemerintah Kecamatan Cigombong tidak akan membiarkan spanduk atau iklan tanpa izin, dan petugas Satpol PP akan terus berpatroli. Jika ditemukan iklan tanpa izin, akan segera diturunkan.

“Petugas Satpol PP akan berkeliling wilayah, terutama di jalan arteri penghubung jalur Bocimi, dan jalan alternatif perbatasan Cigombong-Cijeruk-Caringin,” kata Irwan.

Pemasangan spanduk selain tidak berizin juga dapat membahayakan pengguna jalan dan mengurangi estetika, karena pemasangannya dilakukan secara sembarangan sehingga perlu ditertibkan.

“Karena kebanyakan dipasang sembarangan, misalnya melintang di tengah jalan atau di pinggir jalan yang seharusnya bebas iklan rokok. Namun, jika mengurus izinnya, kami akan mengarahkan di mana tempat yang strategis. Oleh karena itu, saya mengimbau agar vendor yang akan memasang iklan mengurus izin terlebih dahulu,” tutupnya. (jbr)

Berita Terkait

Top
error: Content is protected !!