Jabarku.co.id | Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Suyudi Ario Seto, melakukan inspeksi langsung ke tiga pelabuhan internasional strategis di Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (17/1). Peninjauan ini menyasar Pelabuhan Nongsa Pura, Pelabuhan Internasional Batam Center, serta Pelabuhan Harbour Bay sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan pintu masuk negara dari ancaman peredaran gelap narkotika lintas negara.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNN RI mengecek secara menyeluruh kesiapan sistem pengamanan, mulai dari sarana dan prasarana pendukung, mekanisme pengawasan penumpang dan barang, hingga pola koordinasi antarinstansi yang bertugas di kawasan pelabuhan. Ia menegaskan bahwa pelabuhan internasional memiliki tingkat kerawanan tinggi karena kerap dimanfaatkan jaringan sindikat narkotika sebagai jalur masuk dan transit ke wilayah Indonesia.

Suyudi menekankan bahwa penguatan pengawasan di wilayah perbatasan harus dilakukan secara terpadu, konsisten, dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi yang solid antara BNN, aparat penegak hukum, pengelola pelabuhan, serta instansi terkait lainnya menjadi faktor krusial dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.
Selain pengawasan fisik, Kepala BNN RI juga menyoroti pentingnya deteksi dini serta pertukaran informasi yang cepat dan akurat antarinstansi. Hal ini dinilai sangat penting untuk mengantisipasi berbagai modus operandi penyelundupan narkotika yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan mobilitas lintas negara.
Melalui kegiatan peninjauan ini, BNN RI berharap pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya di wilayah Kepulauan Riau, dapat berjalan semakin optimal. Upaya tersebut diharapkan mampu melindungi masyarakat sekaligus menjaga kedaulatan negara dari ancaman serius kejahatan narkotika internasional.

