Jabarku.co.id | Suasana malam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak mencekam setelah empat anggota Brimob menjadi korban penikaman dalam sebuah insiden berdarah yang terjadi pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Peristiwa yang diduga dipicu keributan dalam acara syukuran itu kini menyita perhatian publik lantaran menyeret dugaan keterlibatan oknum prajurit TNI Angkatan Darat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula ketika terjadi cekcok di lokasi acara yang kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan. Dalam situasi yang memanas, empat anggota Brimob mengalami luka tusuk serius di beberapa bagian tubuh, mulai dari dada, punggung hingga tulang rusuk.
Seluruh korban langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Kondisi para korban dikabarkan masih dalam pengawasan tim medis akibat luka cukup parah yang mereka alami.
Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa tiga anggota TNI AD turut terlibat dalam insiden berdarah tersebut. Namun hingga kini, pihak Kodam IX/Udayana belum memberikan kepastian terkait identitas maupun keterlibatan para terduga pelaku.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan. Aparat gabungan saat ini tengah mendalami kronologi kejadian, mengumpulkan alat bukti, serta memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
“Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Kebenaran terkait dugaan keterlibatan anggota TNI masih didalami,” ujar Amrizal.
Ia menegaskan, institusinya tidak akan memberikan perlindungan apabila nantinya ditemukan fakta adanya anggota TNI yang terbukti bersalah dalam kasus tersebut. Menurutnya, tindakan tegas akan diberikan sesuai aturan hukum dan disiplin militer yang berlaku.
“Kalau memang terbukti terlibat dan bersalah, tentu akan diproses dan dihukum sesuai ketentuan,” tegasnya.
Insiden ini menjadi perhatian serius karena melibatkan dua institusi aparat negara. Penanganan kasus pun dilakukan secara hati-hati guna menghindari spekulasi liar di tengah masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum dan keamanan.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif sebenarnya di balik aksi penikaman yang menggemparkan Labuan Bajo tersebut.

