Mei 25, 2026

HAMPIR SEBULAN PASCA TABRAKAN MAUT KERETA DI BEKASI, LIMA KORBAN MASIH JALANI PERAWATAN INTENSIF

Jabarku.co.id | Bekasi — Hampir satu bulan setelah insiden tabrakan antara kereta rel listrik (KRL) dan kereta api jarak jauh di kawasan Bekasi Timur, lima korban dilaporkan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Polisi memastikan para korban masih membutuhkan penanganan medis lanjutan akibat luka yang diderita.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, hingga Minggu (24/5/2026), lima korban kecelakaan masih dirawat di empat rumah sakit berbeda di wilayah Bekasi.

“Terhadap kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, hingga saat ini masih terdapat lima orang korban yang menjalani perawatan,” ujar Budi kepada wartawan.

Ia menjelaskan, dua korban dirawat di RS Primaya Bekasi Timur, satu korban di RSUD Kabupaten Bekasi, satu korban di RS Primaya Bekasi Barat, dan satu lainnya dirawat di Eka Hospital Harapan Indah.

Sementara korban lain yang sebelumnya menjalani perawatan, lanjut Budi, sebagian besar telah dipulangkan dan kembali ke kediaman masing-masing setelah kondisi kesehatan berangsur membaik.

Kronologi Lengkap Tabrakan di Bekasi Timur

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya memaparkan kronologi lengkap kecelakaan maut yang melibatkan KRL dan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Kamis (21/5/2026). Berdasarkan pemaparan itu, kecelakaan bermula dari sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang dan tertemper KRL.

Pukul 20.34 WIB
KRL 5568A tiba di Stasiun Bekasi lebih awal satu menit. Selanjutnya, KA Sawunggalih tiba pukul 20.35 WIB dalam kondisi terlambat lima menit dan diberangkatkan kembali pukul 20.37 WIB menuju arah timur.

Pukul 20.48 WIB
Sebuah taksi berwarna hijau dilaporkan mogok di tengah rel kawasan Bekasi Timur. Saat bersamaan, KRL 5181B relasi Cikarang–Jakarta melintas dan menabrak kendaraan tersebut.

Insiden itu memicu kerumunan warga di sekitar lokasi karena banyak warga berhenti untuk melihat kejadian.

Pukul 20.49 WIB
KRL 5568A relasi Jakarta–Cikarang tiba di Stasiun Bekasi Timur dalam kondisi terlambat. Kereta sempat bergerak meninggalkan stasiun, namun kemudian berhenti akibat adanya kerumunan warga di jalur depan.

Pukul 20.52 WIB
KA Argo Bromo Anggrek yang melintas dari arah belakang dengan kecepatan sekitar 108 kilometer per jam menabrak KRL 5568A di sekitar Stasiun Bekasi Timur.

Benturan keras tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Sedikitnya 16 orang meninggal dunia, sementara 90 orang lainnya mengalami luka. Seluruh korban tercatat merupakan penumpang KRL, sedangkan penumpang KA Argo Bromo Anggrek dipastikan selamat tanpa korban jiwa.

Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan perkeretaapian paling serius yang terjadi di wilayah Bekasi dalam beberapa tahun terakhir. Proses penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan masih terus berlangsung. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *