September 28, 2026

PERCEPAT TRANSFORMASI PENGELOLAAN SAMPAH, JAWA BARAT SIAP UBAH LIMBAH JADI ENERGI LISTRIK LEWAT PROYEK RAKSASA LEGOK NANGKA

Jabarku.co.id | Masalah sampah yang selama ini menjadi tantangan serius di berbagai daerah kini mulai diarahkan menjadi peluang energi baru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mempercepat pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka yang akan mengandalkan teknologi Waste-to-Energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Proyek strategis ini dirancang untuk mengolah sekitar 2.131 ton sampah per hari yang berasal dari kawasan Bandung Raya, Sumedang, hingga Garut. Volume tersebut selama ini menjadi beban di tempat pembuangan akhir, namun ke depan akan dikonversi menjadi sumber energi yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Melalui teknologi Waste-to-Energy, sampah rumah tangga yang sebelumnya hanya menumpuk dan berpotensi mencemari lingkungan akan diolah menjadi listrik. Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting dalam sistem pengelolaan sampah modern, sekaligus upaya mengurangi ketergantungan terhadap lahan TPA yang semakin terbatas.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa proyek ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat setiap tahun di wilayah Jawa Barat. Ia menilai, pendekatan berbasis teknologi menjadi kunci dalam mengubah tantangan lingkungan menjadi potensi energi baru.

Jika berjalan sesuai rencana, TPPAS Regional Legok Nangka akan menjadi salah satu fasilitas pengelolaan sampah modern terbesar di Indonesia, sekaligus model percontohan pengolahan sampah menjadi energi di tingkat nasional.

Dengan adanya proyek ini, Jawa Barat menempatkan diri sebagai salah satu pionir dalam transformasi pengelolaan limbah menjadi energi terbarukan.

Lalu, pertanyaannya: apakah konsep Waste-to-Energy ini benar-benar bisa menjadi solusi utama krisis sampah di Indonesia dalam jangka panjang.

(red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *