Jabarku.co.id | Semarang — Kisah satu keluarga pemudik yang terlantar di ruas Tol Semarang–Solo viral di media sosial. Setelah 13 tahun tidak pulang kampung, keluarga tersebut mengaku lupa alamat tujuan hingga nekat turun dari bus di tengah jalan tol.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di KM 457 Tol Semarang–Solo. Anggota patroli dari Polres Semarang menemukan seorang ibu bersama dua anaknya berada di pinggir tol dalam kondisi kebingungan dan kelelahan, situasi yang membahayakan keselamatan.
Kasat Samapta Polres Semarang, Ari Parwanto, menjelaskan bahwa saat ditemukan, kepala keluarga tengah berjalan kaki mencari akses keluar tol. Keluarga tersebut diketahui berasal dari Bekasi dan hendak menuju wilayah Ampel.
Namun, karena sudah 13 tahun tidak mudik, mereka tidak mengetahui alamat pasti tujuan. Dalam kondisi bingung, keluarga sempat menghubungi kerabat dan disarankan turun dari kendaraan agar dijemput, yang justru membuat mereka turun di tengah tol.
Petugas kemudian segera mengevakuasi keluarga tersebut menggunakan mobil patroli dan membawa mereka keluar dari jalan tol. Setelah dilakukan koordinasi, keluarga akhirnya dijemput di Polsek Tengaran.
Belakangan diketahui tujuan sebenarnya berada di wilayah Sruwen, bukan Ampel, sehingga terjadi miskomunikasi. Meski demikian, keluarga tersebut berhasil dipertemukan dengan kerabat dalam kondisi selamat untuk merayakan Lebaran bersama.
Insiden Serupa: Pemudik Tersasar Ikuti Navigasi
Selain kejadian tersebut, insiden tersesat juga dialami sejumlah pemudik lain akibat mengikuti aplikasi navigasi. Empat mobil dilaporkan masuk ke area persawahan di kawasan Ambarawa, Kabupaten Semarang, saat mencoba menghindari kemacetan.
Kejadian lain terjadi di Banyuwangi, ketika sebuah mobil pemudik asal Jember tersasar hingga masuk ke Perkebunan Kendenglembu di Kecamatan Glenmore. Kendaraan tersebut bahkan tergelincir ke parit akibat kondisi jalan yang sempit dan minim penerangan.
Petugas akhirnya mengevakuasi kendaraan setelah pemudik meminta bantuan. Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi navigasi, serta memastikan rute yang dipilih aman dan sesuai kondisi jalan, terutama saat arus mudik Lebaran. (red)

