Mei 25, 2026

BANSOS TAHAP 2 TERUS BERJALAN! PKH, BPNT, PIP HINGGA BLT DANA DESA MASUK DAFTAR PENCAIRAN

Jabarku.co.id | Bogor – Pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler alokasi kuartal kedua tahun 2026. Memasuki pekan ketiga Mei, proses pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) masih berlangsung secara bertahap melalui jaringan perbankan Himbara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kanal YouTube Diary Bansos pada Kamis (21/5/2026), Kementerian Sosial bersama bank penyalur terus mengoptimalkan distribusi anggaran bansos kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah.

Meski pencairan dilakukan secara masif, proses transfer dana antarbank belum berjalan seragam. Kondisi tersebut membuat sebagian KPM masih harus menunggu pencairan susulan akibat kendala administrasi maupun antrean sistem perbankan.

Hasil pemantauan mutasi rekening bansos menunjukkan penyaluran PKH Tahap 2 sudah mulai dilakukan oleh Bank BSI, BNI, Mandiri, dan BRI. Namun, distribusi dana masih berlangsung bertahap sesuai proses validasi data dan kesiapan sistem masing-masing bank.

Sementara itu, pencairan BPNT tahap kedua senilai Rp600 ribu terpantau lebih dominan disalurkan melalui Bank BSI, Mandiri, dan BNI. Adapun pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari Bank BRI disebut masih menunggu proses antrean kliring sehingga saldo bantuan belum sepenuhnya masuk ke rekening penerima.

Narator kanal Diary Bansos menyebutkan, sebagian KPM yang sebelumnya mengalami kendala “Gagal Cek Rekening” kini mulai mendapatkan pembaruan status menjadi Surat Perintah Membayar (SPM). Bahkan, nominal bantuan disebut sudah mulai muncul di sistem pencairan bansos.

“Bagi masyarakat yang saldo rekening bansosnya masih kosong, kesempatan pencairan pada kuartal kedua ini masih terbuka lebar. Banyak data penerima yang sebelumnya terkendala administrasi kini sudah masuk tahap SPM,” ujar narator dalam tayangan tersebut.

Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga masih menyalurkan sejumlah program bantuan lainnya hingga akhir Mei 2026. Sedikitnya terdapat enam bantuan sosial yang saat ini masih aktif disalurkan kepada masyarakat.

Program pertama yakni PKH Tahap 2 susulan bagi KPM yang baru dinyatakan lolos verifikasi melalui sistem SIKS-NG. Pemerintah mengimbau penerima segera mencairkan dana maksimal 30 hari setelah masuk rekening agar bantuan tidak dikembalikan ke kas negara.

Kemudian BPNT Tahap 2 sebesar Rp600 ribu yang disalurkan untuk kebutuhan pangan masyarakat penerima manfaat.

Selanjutnya ada Program Indonesia Pintar (PIP) yang diperuntukkan bagi pelajar penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) melalui rekening Simpanan Pelajar (SimPel).

Pemerintah desa juga masih menggulirkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa bagi warga miskin yang belum terdaftar sebagai penerima bansos reguler.

Selain itu, terdapat Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) berupa bantuan modal usaha hingga Rp5 juta yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Dana tersebut diperuntukkan bagi pengembangan usaha mikro dan wajib digunakan membeli perlengkapan usaha produktif sesuai proposal penerima.

Tak hanya itu, bantuan pangan berupa paket beras dan minyak goreng gratis juga masih berjalan meski distribusinya disebut mengalami keterlambatan akibat kendala logistik Bulog. Pemerintah memastikan stok dan anggaran bantuan pangan tetap aman hingga proses penyaluran selesai.

Pemerintah meminta KPM rutin mengecek saldo rekening bansos secara berkala, minimal setiap tiga hingga lima hari sekali. Pasalnya, proses transfer bantuan berlangsung dinamis dan saldo dapat masuk sewaktu-waktu mengikuti proses distribusi dari bank penyalur ke rekening KKS penerima manfaat. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *