Jabarku.co.id | Bogor – Seorang anak balita dilaporkan hanyut terbawa arus di aliran Kali Ciliwung, wilayah Kelurahan Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Hingga Kamis (23/4/2026), tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban yang diduga terseret arus saat bermain di sekitar sungai.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, ketika hujan deras mengguyur kawasan Bojonggede dan menyebabkan debit air sungai meningkat.
Staf Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jalaludin, menjelaskan bahwa sebelum kejadian terdapat empat anak yang tengah bermain hujan di sekitar lokasi kejadian.
Tidak lama kemudian, salah satu orang tua anak datang untuk mencari anaknya yang sedang bermain di luar rumah. Saat tiba di pinggir Kali Ciliwung, ia hanya menemukan tiga anak, yaitu Michel dan dua temannya yang menjadi saksi kejadian.
“Berdasarkan keterangan Michel dan dua temannya, korban yang bernama Fardan sempat melompat ke arah sungai. Sebelumnya mereka sudah memperingatkan agar tidak melompat, namun korban tetap melakukannya,” ujar Jalaludin, Kamis (23/4/2026).
Setelah mendapatkan informasi tersebut, ayah Michel bersama warga sekitar langsung melakukan pencarian secara manual dari titik awal kejadian hingga menyusuri aliran sungai ke arah wilayah Bambu Kuning.
Korban diketahui bernama M. Fardan Asfa, seorang anak laki-laki berusia 4 tahun 6 bulan, warga Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, relawan, dan unsur terkait terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Proses pencarian dilakukan melalui jalur darat dari titik awal kejadian hingga area Jembatan Teletubbies dengan jarak sekitar 1,5 kilometer.
“Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Hingga saat ini proses pencarian masih terus berlangsung,” kata Jalaludin.
Petugas juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat kondisi cuaca hujan dan debit air sungai sedang meningkat demi menghindari kejadian serupa. (red)

