April 12, 2026

BNN DAN UNJ PERKUAT SINERGI STRATEGIS CEGAH NARKOBA, DORONG INTEGRASI KURIKULUM DAN PROGRAM PERLINDUNGAN ANAK

Jabarku.co.id | Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia memperkuat langkah kolaboratif dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui audiensi strategis yang menitikberatkan pada upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di sektor pendidikan. Pertemuan berlangsung di Gedung Rektorat UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (1/4), dan dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, bersama jajaran pejabat tinggi BNN.

Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., menyampaikan komitmen institusinya dalam mendukung berbagai program BNN, khususnya dalam penguatan edukasi dan pencegahan sejak dini. Ia menegaskan bahwa UNJ memiliki peran strategis dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan ketahanan terhadap ancaman narkoba.

UNJ, lanjutnya, telah mengembangkan berbagai langkah mitigasi, termasuk kerja sama dengan aparat penegak hukum, guna memastikan potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan dapat ditangani secara tepat dan terukur. Selain itu, integrasi materi pencegahan narkoba dalam kurikulum, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi, menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN RI memberikan apresiasi terhadap kontribusi UNJ, terutama Program Studi Bimbingan dan Konseling di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Program studi tersebut dinilai konsisten menjadi mitra strategis BNN dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) sejak 2019 dalam pengembangan program ketahanan keluarga terhadap ancaman narkotika.

BNN juga menegaskan adanya transformasi pendekatan program yang kini lebih menitikberatkan pada perlindungan anak melalui inisiatif “Ananda Bersinar”. Program ini dirancang sebagai respons atas meningkatnya paparan narkotika pada anak-anak, termasuk melalui modus baru yang menyasar kalangan usia dini.

Kepala BNN RI mengungkapkan bahwa bentuk peredaran narkotika saat ini semakin beragam dan mengkhawatirkan, seperti dikemas menyerupai permen dan makanan, sehingga berpotensi menipu dan membahayakan anak-anak. Oleh karena itu, upaya pencegahan berbasis keluarga dan pendidikan dinilai menjadi kunci utama.

Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kerja sama yang lebih implementatif antara BNN dan UNJ. Kedua pihak berkomitmen mengembangkan berbagai model intervensi langsung di lapangan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari narkoba, sekaligus melindungi generasi muda sebagai aset masa depan bangsa. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *