September 28, 2026

PANEN RAYA SORGUM DI CIEMAS BUKA PELUANG BARU, SUKABUMI SIAP JADI PENOPANG ENERGI HIJAU NASIONAL

Jabarku.co.id | Sukabumi – Kabupaten Sukabumi kembali mencatat langkah strategis dalam mendukung program energi berkelanjutan nasional. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Panen Raya Tanaman Sorgum sekaligus pengiriman perdana biomassa sorgum dust untuk kebutuhan co-firing PLTU Palabuhanratu yang berlangsung di kawasan Perkebunan Sorgum Cilegok, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas yang menegaskan bahwa pengembangan sorgum sebagai sumber biomassa merupakan inovasi penting yang mampu menghubungkan sektor pertanian dengan kebutuhan energi masa depan.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya mendukung upaya transisi energi bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Selama ini banyak potensi lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pengembangan sorgum, petani kini memiliki alternatif komoditas bernilai ekonomi yang sekaligus mendukung kebutuhan energi nasional,” ujar H. Andreas.

Wabup menambahkan, kebutuhan biomassa untuk program co-firing PLTU Palabuhanratu yang mencapai sekitar 1.400 ton per bulan menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk terlibat langsung dalam rantai pasok energi terbarukan. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, program ini juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dan pencapaian target energi ramah lingkungan.

Sementara itu, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Jabar II Palabuhanratu, Bowo Pramono, mengungkapkan bahwa program pengembangan sorgum telah dirintis sejak tahun 2025 melalui berbagai tahapan, mulai dari budidaya hingga panen raya yang kini berhasil dilaksanakan.

Menurutnya, sorgum menjadi salah satu tanaman yang sangat potensial untuk mendukung kebutuhan biomassa karena memiliki masa panen yang relatif singkat, yakni sekitar tiga bulan, serta mampu tumbuh di berbagai kondisi lahan.

“Panen raya dan pengiriman biomassa perdana ini menjadi tonggak penting dalam membangun rantai pasok biomassa berbasis masyarakat. Ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung agenda transisi energi dan target net zero emission,” jelasnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Berkah Inti Daya (BID), Eko Satrio Pramono, menilai keberhasilan program tersebut tidak lepas dari kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, PLN Indonesia Power, sektor swasta, dan para petani.

Ia menyebutkan bahwa sorgum tidak hanya berfungsi sebagai bahan baku energi terbarukan, tetapi juga memiliki prospek besar sebagai sumber pangan alternatif yang bernilai ekonomi tinggi.

“Kolaborasi ini membuktikan bahwa pengembangan energi hijau dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ke depan kami akan terus memperluas kemitraan petani, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat rantai pasok biomassa agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dengan dimulainya pengiriman perdana biomassa sorgum ke PLTU Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi kini semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu daerah yang aktif mendukung pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat, sekaligus menjadi contoh kolaborasi sukses antara sektor pertanian dan industri energi nasional. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *