September 28, 2026

PECAHKAN REKOR MURI, 2.000 PEMAIN KARINDING SEMARAKKAN PUNCAK HARI JADI BOGOR KE-544 LEWAT HELARAN BUDAYA MAPAG PAJAJARAN ANYAR

Jabarku.co.id | Cibinong – Pemerintah Kabupaten Bogor sukses menutup rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dengan sebuah helaran budaya spektakuler bertajuk “Mapag Pajajaran Anyar” yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Bogor hingga sepanjang Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Minggu (28/6/2026). Puncak perayaan tersebut tidak hanya menjadi pesta budaya terbesar tahun ini, tetapi juga mengantarkan Kabupaten Bogor mencatatkan prestasi nasional melalui pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas penampilan kolosal 2.000 pemain karinding yang memainkan alat musik tradisional Sunda secara serentak.

Ribuan masyarakat memadati kawasan pusat pemerintahan sejak pagi untuk menyaksikan parade budaya yang melibatkan perwakilan dari 40 kecamatan, puluhan perangkat daerah, komunitas seni, budayawan, hingga pelaku UMKM. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah pesatnya pembangunan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa tema “Mapag Pajajaran Anyar” dipilih sebagai representasi semangat baru masyarakat Bogor dalam menyongsong masa depan tanpa meninggalkan akar sejarah dan budaya yang telah diwariskan para leluhur.

Menurutnya, peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas budaya, hingga generasi muda untuk bersama-sama merawat warisan budaya Sunda.

Helaran budaya diawali dengan prosesi Tawasulan di kawasan Gerbang Tritangtu di Buana yang diikuti tokoh adat, ulama, budayawan, serta unsur masyarakat sebagai bentuk rasa syukur dan doa bersama demi keberkahan Kabupaten Bogor.

Setelah prosesi selesai, ribuan peserta bergerak mengikuti parade budaya yang menampilkan kekayaan tradisi dari masing-masing kecamatan. Berbagai atraksi seni, kostum adat, kendaraan hias, hingga pertunjukan budaya menjadi daya tarik utama sepanjang rute karnaval.

Sebanyak 32 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turut berpartisipasi melalui kreasi kendaraan hias, andong, dan instalasi tematik yang menggambarkan berbagai program pembangunan daerah. Sementara barisan pembuka parade menghadirkan kereta kencana, pasukan berkuda, iring-iringan Forkopimda, hingga andong yang memperkuat nuansa kejayaan Kerajaan Sunda Pajajaran sesuai tema yang diusung.

Untuk menjaga kualitas penampilan peserta, panitia menyiapkan lima titik penjurian di sepanjang lintasan parade. Dewan juri melakukan penilaian terhadap kreativitas, penyajian budaya, kostum, koreografi, hingga pesan yang disampaikan setiap peserta.

Selain parade budaya, kawasan Alun-alun Kabupaten Bogor juga dipadati bazar UMKM yang menghadirkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, fesyen lokal, hingga produk ekonomi kreatif. Kehadiran bazar tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui momentum Hari Jadi Bogor.

Suasana semakin semarak ketika kelompok musik tradisional Saung Waditra membawakan alunan Tarawangsa dan Karinding yang berpadu dengan pertunjukan tari dari Sanggar Dewi Ratih. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memenuhi lokasi acara.

Momen paling bersejarah terjadi saat sebanyak 2.000 pemain karinding tampil secara bersamaan membawakan harmoni musik tradisional Sunda. Aksi kolosal tersebut sukses memecahkan Rekor MURI sekaligus menjadi salah satu pertunjukan budaya terbesar yang pernah diselenggarakan di Kabupaten Bogor.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin seorang dirigen, dilanjutkan Mars Tegar Beriman sebagai simbol tekad bersama membangun Kabupaten Bogor yang semakin maju dan berbudaya.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana HJB ke-544, Yudi Santosa, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan merupakan hasil sinergi pemerintah daerah bersama masyarakat, komunitas seni, budayawan, pelaku UMKM, serta berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa Hari Jadi Bogor bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus memperkokoh jati diri Kabupaten Bogor melalui pelestarian budaya dan pembangunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, semangat “Mapag Pajajaran Anyar” menjadi cerminan tekad Kabupaten Bogor memasuki babak baru pembangunan dengan tetap menjaga nilai-nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal sebagai fondasi utama kemajuan daerah.

Perayaan Hari Jadi Bogor ke-544 sendiri telah berlangsung selama hampir dua bulan melalui berbagai agenda yang melibatkan masyarakat secara luas, di antaranya Kabogorfest 2026 di Stadion Pakansari, peresmian Skywalk Tegar Beriman yang dirangkaikan dengan Car Free Night, Gowes Napak Tilas, hingga kegiatan Ngalokat Cai di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap Hari Jadi Bogor tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga mampu memperkuat pelestarian budaya, meningkatkan daya tarik pariwisata, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta mempererat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang maju, berbudaya, dan berdaya saing.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *