Jabarku.co.id | Cicurug – Komitmen nyata dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan PT Amerta Indah Otsuka melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Sabtu (20/6/2026). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fungsi kawasan konservasi melalui pemulihan ekosistem, perlindungan satwa langka, serta pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.
Dalam kerja sama yang berlangsung untuk periode 2026–2029 tersebut, PT Amerta Indah Otsuka mengalokasikan dana sebesar Rp371 juta guna mendukung rehabilitasi kawasan konservasi seluas 4,9 hektare di Blok Cisaat, kawasan TNGHS.
Board of Director PT Amerta Indah Otsuka, Sudarmadi Widodo, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kontribusi terhadap kesehatan masyarakat harus dimulai dari kesehatan lingkungan. Karena itu, kami memandang pelestarian kawasan konservasi sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan kehidupan,” ujar Sudarmadi.
Kerja sama antara PT Amerta Indah Otsuka dan TNGHS bukanlah hubungan yang baru. Sejak 2012 hingga 2019, perusahaan telah aktif menjalankan berbagai program konservasi melalui Program Satu Hati, termasuk mengadopsi lebih dari 28 ribu pohon di kawasan TNGHS dengan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai lebih dari 95 persen.
Keberhasilan tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan program konservasi yang lebih luas. Pada tahap awal kerja sama terbaru ini, sekitar 3.500 pohon endemik akan ditanam di kawasan TNGHS, termasuk jenis puspa dan rasamala yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Selain rehabilitasi kawasan, program ini juga menitikberatkan pada perlindungan keanekaragaman hayati, khususnya satwa kunci yang menjadi ikon konservasi Pulau Jawa seperti Macan Tutul Jawa dan Elang Jawa yang keberadaannya semakin membutuhkan perhatian serius.
Untuk memastikan kawasan tetap terjaga, pengawasan hutan akan diperkuat melalui patroli rutin guna mencegah berbagai ancaman seperti perambahan kawasan, perburuan liar, hingga potensi gangguan lingkungan yang dapat merusak keseimbangan ekosistem.
Tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, kerja sama ini juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam keberhasilan konservasi. Berbagai program pemberdayaan akan dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
“Pelestarian hutan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hutan yang sehat akan sulit terwujud jika masyarakat di sekitarnya tidak dilibatkan,” kata Sudarmadi.

Seluruh pohon yang ditanam nantinya akan dipantau secara berkala melalui sistem adopsi pohon yang selama ini menjadi model konservasi perusahaan. Monitoring dilakukan bersama komunitas lingkungan, akademisi, serta pihak TNGHS untuk memastikan tingkat keberhasilan pertumbuhan tetap optimal.
Sudarmadi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam upaya menjaga lingkungan. Menurutnya, pelestarian alam tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun dunia usaha, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari langkah sederhana.
“Menanam satu pohon hari ini berarti meninggalkan warisan kehidupan bagi generasi mendatang. Lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Kolaborasi antara PT Amerta Indah Otsuka dan Balai TNGHS menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dapat menghasilkan langkah konkret dalam menjaga benteng terakhir keanekaragaman hayati di Pulau Jawa.
Di tengah meningkatnya ancaman terhadap lingkungan, kerja sama ini membuktikan bahwa komitmen konservasi tidak cukup diwujudkan melalui slogan semata, melainkan melalui investasi, pengawasan, dan aksi berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi alam dan generasi masa depan.
By : Bang.vo
