September 28, 2026

SUKABUMI TEMBUS 1 JUTA TON GABAH, PEMKAB PACU TANAM MASSAL MENUJU SWASEMBADA PANGAN BERKELANJUTAN

Jabarku.co.id | Sukabumi – Kabupaten Sukabumi semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Melalui Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan Tanam yang digelar di Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kamis (18/6/2026), pemerintah daerah menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus mempercepat realisasi target tanam tahun 2026.

Kegiatan yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mewakili Bupati Sukabumi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat langkah strategis sektor pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Dalam sambutannya, H. Ade Suryaman mengungkapkan bahwa capaian sektor pertanian Kabupaten Sukabumi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan hasil yang sangat membanggakan. Pada tahun 2025, Kabupaten Sukabumi berhasil memproduksi lebih dari 1 juta ton gabah, melampaui target nasional dan mengantarkan daerah ini menjadi kabupaten dengan produksi beras tertinggi di Indonesia.

Atas prestasi tersebut, Kabupaten Sukabumi memperoleh penghargaan Satyalancana Wirakarya Bidang Pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Keberhasilan ini harus menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian. Tahun 2026 kita menghadapi target tanam seluas 11.114 hektare. Ini membutuhkan kerja sama, komitmen, dan langkah nyata dari semua elemen,” ujar Ade Suryaman.

Ia menegaskan, bantuan benih padi yang diberikan pemerintah pusat harus dimanfaatkan secara maksimal guna meningkatkan luas tambah tanam serta mendorong produktivitas pertanian di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.

Lebih lanjut, Sekda mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi hasil produksi pertanian. Menurutnya, koordinasi lintas sektor, percepatan proses semai dan tanam, serta pendataan potensi pertanian yang akurat menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas produksi pangan.

“Perubahan iklim dan potensi kekeringan harus diantisipasi sejak dini. Kita perlu memperkuat koordinasi, mempercepat semai dan tanam, serta mengoptimalkan seluruh sarana dan prasarana pertanian yang tersedia,” tegasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi, Leli Nuryati, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Sukabumi telah berhasil mencapai status swasembada pangan dan kini memasuki fase swasembada berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendampingan yang dilakukan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Kementerian Pertanian sejak tahun 2024. Program pendampingan tersebut akan terus dilanjutkan guna memastikan peningkatan produktivitas pertanian berjalan secara konsisten dan berkesinambungan.

Dalam kegiatan tersebut, Sekda juga menyerahkan bantuan benih padi secara simbolis kepada enam kelompok tani di Kecamatan Nyalindung. Penyerahan bantuan dilanjutkan dengan penanaman padi secara simbolis sebagai tanda dimulainya musim tanam tahun 2026.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan mengikuti kegiatan Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan Tanam secara virtual bersama Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, yang dipusatkan di Kabupaten Subang. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 11 kabupaten dan kota di Jawa Barat sebagai bagian dari upaya percepatan tanam nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Indonesia. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *