Jabarku.co.id | Sukabumi — Kawasan wisata alam Situ Gunung di Kabupaten Sukabumi kembali menghadirkan gebrakan baru. Berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), sejumlah wahana terbaru resmi diperkenalkan untuk memperkaya pilihan destinasi wisata sekaligus meningkatkan daya tarik kunjungan.
Empat wahana baru yang kini bisa dinikmati wisatawan meliputi flying fox, floating lodge, teras bintang, serta wisata perahu dan rakit di area danau. Seluruhnya terintegrasi dalam satu kawasan dengan jembatan gantung Situ Gunung yang selama ini menjadi ikon wisata unggulan.
Wahana flying fox menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Dengan panjang mencapai 753 meter, pengunjung dapat meluncur melintasi bentang alam Situ Gunung sambil menikmati panorama dari ketinggian. Sensasi adrenalin dipadukan dengan keindahan alam menjadi daya tarik utama fasilitas ini.
Selain itu, floating lodge menawarkan pengalaman berbeda dengan konsep bersantai di atas permukaan danau. Pengunjung dapat menikmati suasana tenang sambil duduk di kursi santai maupun bean bag yang disediakan. Ke depan, konsep ini juga akan melibatkan pedagang lokal yang berjualan menggunakan perahu, sehingga menghadirkan pengalaman wisata yang lebih hidup sekaligus memberdayakan masyarakat.
Sementara itu, teras bintang menghadirkan sudut pandang eksklusif di tengah kawasan danau. Untuk mencapainya, pengunjung harus menyeberang menggunakan perahu dengan pengawasan petugas serta perlengkapan keselamatan yang memadai, sehingga tetap aman dan nyaman.
Kepala Balai Besar TNGGP, Sapto Aji Prabowo, menegaskan bahwa pengembangan wahana ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata alam tanpa mengabaikan prinsip konservasi.

“Penambahan wahana ini menjadi upaya untuk menghidupkan kembali potensi wisata alam di kawasan TNGGP, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengunjung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengelolaan kawasan dilakukan secara terbatas dan terukur. Dari total area pemanfaatan seluas 100 hektare yang diberikan kepada pengelola, hanya sekitar 10 persen yang diperbolehkan untuk dikembangkan. Sisanya tetap dipertahankan dalam kondisi alami sebagai bagian dari upaya konservasi.
Pengawasan terhadap aktivitas wisata juga dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh kegiatan tetap sesuai dengan prinsip pengelolaan taman nasional, yakni edukasi, pengalaman wisata, serta pemberdayaan masyarakat.
Direktur Utama PT Fontis Aqua Vivam, Marcelinus, menambahkan bahwa pengembangan wahana tersebut telah melalui perencanaan yang matang dan mendapatkan persetujuan dari kementerian terkait. Ia optimistis keberadaan akses Tol Bocimi Seksi II akan semakin mempermudah wisatawan untuk berkunjung ke kawasan ini.
Menurutnya, konsep wisata yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama melalui keterlibatan operator perahu dan rakit.
Dari sisi harga, seluruh wahana masih tergolong terjangkau. Tiket flying fox dibanderol sekitar Rp100 ribu per orang, sementara floating lodge dan teras bintang dapat dinikmati dengan harga Rp25 ribu. Adapun paket wisata lain, seperti jembatan gantung hingga ekspedisi Lembah Purba, ditawarkan dengan variasi harga hingga Rp300 ribu.

Secara keseluruhan, fasilitas di kawasan Situ Gunung juga terus dilengkapi, mulai dari area parkir, toilet, mushola, layanan reservasi, hingga area glamping dan spot foto yang menarik.
Dengan jarak sekitar 16 kilometer dari pusat Kota Sukabumi serta akses yang semakin mudah, Situ Gunung kini semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Jawa Barat yang layak untuk dikunjungi, khususnya saat akhir pekan maupun musim liburan. (red)

