April 12, 2026

JALAN RUSAK BAYANGI WISATA VIRAL SUKABUMI, TEDDY SETIADI TEGASKAN PERBAIKAN DAPIL II JADI PRIORITAS ANGGARAN 2026

Jabarku.co.id | Sukabumi – Kabupaten Sukabumi kembali menjadi perbincangan publik setelah sejumlah destinasi wisatanya viral di media sosial. Namun di balik pesona alam yang memikat, persoalan klasik kembali mencuat: kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan menuju lokasi wisata.

Sorotan tajam ini memicu respons dari Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi. Dalam keterangan yang disampaikan pada Kamis (2/4/2026), ia memastikan bahwa perbaikan jalan di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) II telah masuk dalam skala prioritas pembangunan tahun anggaran 2026.

Menurut Teddy, ketimpangan antara potensi wisata dan kualitas infrastruktur tidak bisa terus dibiarkan. Ia menilai, akses jalan yang rusak bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga merusak citra daerah di mata wisatawan.

“Potensi wisata kita besar, tapi kalau aksesnya buruk, dampaknya langsung terasa. Wisatawan bisa kapok, ekonomi lokal pun ikut terdampak,” tegasnya.

Fenomena ini memang semakin terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah kawasan seperti Cikidang, Parakansalak, hingga Kalapanunggal ramai diperbincangkan karena keindahannya. Namun, keluhan terkait jalan berlubang, licin saat hujan, hingga rawan kecelakaan turut membanjiri media sosial.

Teddy menegaskan bahwa persoalan tersebut telah lama menjadi perhatian dan kini mulai memasuki tahap konkret. Ia menyebut, rencana perbaikan jalan bukan sekadar wacana, melainkan hasil dari proses perencanaan yang matang melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Usulan perbaikan dihimpun secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.

“Kami kawal dari bawah. Aspirasi masyarakat itu nyata, dan sekarang sudah masuk dalam perencanaan resmi. Tinggal memastikan pelaksanaannya nanti berjalan optimal,” ujarnya.

Wilayah Dapil II sendiri mencakup lima kecamatan strategis, yakni Cicurug, Parungkuda, Parakansalak, Kalapanunggal, dan Cikidang. Kawasan ini dikenal memiliki aktivitas ekonomi tinggi, sekaligus menjadi jalur penting distribusi hasil pertanian dan akses wisata.

Teddy menekankan, pembangunan tidak boleh terpusat di satu titik saja. Ia memastikan bahwa perbaikan jalan akan dilakukan secara merata guna mendorong konektivitas antarwilayah.

Lebih jauh, ia juga mengingatkan bahwa penganggaran bukan akhir dari proses. Pengawasan terhadap kualitas pekerjaan menjadi hal krusial agar proyek tidak sekadar selesai secara administratif, tetapi juga tahan lama dan benar-benar dirasakan manfaatnya.

“Saya akan kawal langsung. Jangan sampai pengerjaan asal jadi. Kualitas aspal, sistem drainase, semuanya harus diperhatikan agar jalan tidak cepat rusak kembali,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi jalannya pembangunan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan warga menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur.

Dengan masuknya program perbaikan jalan dalam prioritas 2026, harapan baru mulai tumbuh di tengah masyarakat. Perbaikan ini diyakini akan berdampak luas, mulai dari peningkatan keselamatan berkendara, kelancaran distribusi logistik, hingga mendorong lonjakan kunjungan wisata.

Di sisi lain, geliat ekonomi lokal juga diprediksi akan ikut terdongkrak, seiring membaiknya aksesibilitas di wilayah tersebut.

Menutup pernyataannya, Teddy meminta masyarakat untuk tetap bersabar sembari terus memberikan masukan yang konstruktif.

“Infrastruktur yang baik adalah fondasi kemajuan. Kami pastikan ini menjadi komitmen serius untuk Sukabumi yang lebih maju,” pungkasnya.

Dengan komitmen tersebut, harapan akan hadirnya infrastruktur yang sejalan dengan potensi wisata Sukabumi kini semakin nyata menuju tahun 2026. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *