April 12, 2026

KEJAR TARGET STUNTING DI BAWAH 10 PERSEN, SUKABUMI PERKUAT INTERVENSI GIZI DAN PEMBANGUNAN LINGKUNGAN

Jabarku.co.id | Upaya percepatan penurunan angka stunting di Jawa Barat terus diperkuat melalui langkah konkret lintas sektor. Hal ini mengemuka dalam Rapat Evaluasi Penanganan Stunting Tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di Aula Repeh Rapih, Gedung Sate, Bandung, Selasa (07/04/2026), yang dihadiri Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi agenda prioritas pemerintah daerah. Ia menargetkan prevalensi stunting di Jawa Barat dapat ditekan hingga berada di bawah angka 10 persen pada tahun 2026.

Menurutnya, salah satu strategi kunci adalah optimalisasi Program Makan Bergizi (MBG) yang dinilai efektif sebagai intervensi langsung. Selain itu, ia menekankan pentingnya langkah preventif guna memastikan tidak muncul kasus stunting baru atau zero new stunting.

“Sinergi antar sektor harus diperkuat, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan hingga para penyuluh di lapangan. Perhatian serius juga perlu diberikan pada ibu hamil, terutama terkait pemenuhan gizi dan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi saat ini memprioritaskan penanganan di wilayah dengan tingkat stunting yang masih tinggi. Salah satu upaya yang ditempuh adalah pengajuan program bantuan melalui skema BOT untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Ia mengungkapkan, dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi termasuk dalam empat daerah yang telah lebih dulu mengajukan program tersebut.

“Kami berharap program ini dapat direalisasikan pada Mei mendatang, khususnya untuk mendukung kebutuhan gizi ibu hamil dan ibu menyusui,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya berfokus pada intervensi gizi semata. Menurutnya, perbaikan dari sisi hulu menjadi faktor krusial yang harus dibenahi secara berkelanjutan.

“Pembangunan lingkungan yang sehat menjadi kunci, mulai dari sanitasi, ketersediaan air bersih, hingga infrastruktur jalan. Termasuk penguatan regulasi Kawasan Tanpa Rokok yang juga berkontribusi dalam menekan angka stunting,” tegasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *