Jabarku.co.id | Pemerintah pusat mulai mematangkan langkah strategis dalam menghadapi dinamika ekonomi dan energi nasional. Pada Sabtu siang hingga sore, 28 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas penyesuaian berbagai kebijakan penting di sektor ekonomi dan energi.
Rapat yang digelar secara virtual melalui video conference tersebut diikuti sekitar 15 menteri yang memiliki keterkaitan langsung dengan agenda pembahasan. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebijakan ekonomi nasional tetap adaptif di tengah dinamika global serta kebutuhan energi dalam negeri.
Sejumlah pejabat tinggi yang turut hadir dalam rapat tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Selain itu, rapat juga dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini.

Turut mengikuti rapat tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rapat terbatas ini difokuskan pada pembahasan langkah-langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan kebijakan energi berjalan efektif dan berkelanjutan. Pemerintah juga disebut tengah mengevaluasi sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan investasi, ketenagakerjaan, serta efisiensi birokrasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan merata.
Hingga rapat berakhir, pemerintah masih melakukan kajian mendalam sebelum keputusan resmi terkait penyesuaian kebijakan diumumkan kepada publik. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus menjaga ketahanan energi di tengah tantangan global yang terus berkembang. (Red)

